Explore, Dream, Discover!

Blog Percikan Pikiran Ahmad Faizin Karimi

Membedakan Ramadhan

Alhamdulillah, puji syukur kepada Allah SWT atas nikmat-Nya yang tak ternilai. Kita masih diberi kehidupan sehingga bisa mengalami momen Ramadhan tahun ini dan semoga kita dikaruniai keimanan agar bisa menjalani Ramadhan dengan sebaik-baiknya. Bagaimanakah menjalani Ramadhan dengan sebaik-baiknya itu? Tentu kita harus mengacu pada teladan kita Nabi Muhammad SAW.

Sebagai bulan yang penuh kemuliaan dan pengampunan, Ramadhan tentu berbeda dengan bulan-bulan yang lain. Banyak hadits yang menggambarkan bagaimana Rasulullah menyikapi momen Ramadhan berbeda dengan bulan lain, misalnya dengan lebih banyak beribadah serta bersedekah.

Dalam kajian ilmu agama kita tahu bahwa bagi manusia religius, ruang dan waktu tidaklah homogen. Ada ruang dan waktu tertentu yang dianggap lebih suci dibandingkan dengan ruang dan waktu yang lain. Ini adalah ciri umum yang ada dalam semua bentuk agama dan kepercayaan.

Misalnya, kita sebagai muslim meyakini bahwa berdo’a di Hajar Aswad, Multazam, Hijir Ismail, dan sebagainya lebih mustajabah dibanding di tempat umum. Ini berarti kita yakin bahwa tempat-tempat tersebut adalah ruang yang lebih sakral. Atau kita yakin bahwa berdo’a di sepertiga akhir malam usai tahajjud punya keutamaan daripada waktu biasa. Ini artinya kita yakin terhadap adanya waktu-waktu yang lebih suci.

Rasulullah SAW dalam menjalani bulan Ramadhan berbeda dengan bulan lain. Beliau memperbanyak ibadah baik yang sifatnya pribadi maupun sosial. Perintah untuk memperbanyak ibadah ini sebagaimana dalam sebuah hadits riwayat Ath-Thabrani: “Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan keberkahan, AIlah mengunjungimu pada bulan ini dengan menurunkan rahmat, menghapus dosa-dosa dan mengabulkan do’a. Allah melihat berlomba-lombanya kamu pada bulan ini dan membanggakanmu kepada para malaikat-Nya, maka tunjukkanlah kepada Allah hal-hal yang baik dari dirimu. Karena orang yang sengsara ialah yang tidak mendapatkan rahmat Allah di bulan ini. ”

Selanjutnya perbedaan sikap atau perilaku dalam Ramadhan terkait keduniaan atau materil. Rasulullah mengurangi pemenuhan kebutuhan diri sendiri namun memperbanyak pemenuhan kebutuhan orang lain. Sebagaimana disebutkan dalam Hadits Bukhari: “Rasulullah SAW adalah orang yang paling dermawan. Dan beliau lebih dermawan lagi di bulan Ramadhan saat beliau bertemu Jibril. Jibril menemuinya setiap malam untuk mengajarkan Al Qur’an. Dan kedermawanan Rasulullah SAW melebihi angin yang berhembus.”

Di tengah kehidupan bermasyarakat yang makin lebar kesenjangan ekonomi dan sosial, perilaku dermawan (altruisme) menemukan urgensinya. Rasio Gini Indonesia saat ini berada di kisaran 0,40. Rasio Gini menunjukkan ukuran ketimpangan pendapatan dan kekayaan secara keseluruhan. Angka ini berada pada tingkat yang mulai menghawatirkan. Kesenjangan ekonomi yang tinggi akan menciptakan banyak problem sosial, mulai dari kriminalitas hingga kerawanan konflik.

Momen Ramadhan harus dimaknai sebagai momen mengubah perilaku. Perilaku kita harus berbeda saat dan setelah Ramadhan. Kita harus menjadi manusia yang lebih dermawan, suka memberi kepada sesama yang membutuhkan. Kebiasaan memberi dan berbagi seperti obat yang mengurangi dampak sosial dari kesenjangan ekonomi. Jika sebagian orang kaya bisa konsisten dermawan selama dan setelah Ramadhan, maka kita bisa mengurangi dampak dari kesenjangan.

Mari membedakan Ramadhan, memuliakannya dengan cara mentransformasi perilaku kita bersama. Mari berbagi kebahagiaan, mari berbagi kegembiraan. Mari berbagi bersama untuk sesama.[]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on June 25, 2016 by in Religius.

Navigation

Kategori Artikel

Archives

MY BLOG’S AWARD

My Book: Siapapun Bisa Menerbitkan Buku!

My Book: Think Different

buku think different

My Book: Politik Kiai Dahlan

Pemikiran dan perilaku politik kiai haji ahmad dahlan

My Book: Kurban; Kekerasan Berbingkai Agama?

buku kurban

The Inspiring Nature

Pengunjung

  • 46,642 pembaca
%d bloggers like this: