Explore, Dream, Discover!

Blog Percikan Pikiran Ahmad Faizin Karimi

NUTUP DALAN

Sangat sering kita temui di Gresik ini—dan mungkin kota lain—kegiatan warga yang sampai memanfaatkan jalan raya, entah itu kemantenan, pertunjukan musik, lomba-lomba sampai istighasah. Dengan seenak sendiri mereka menutup jalan raya untuk digunakan sebagai tempat acara tanpa berpikir panjang implikasi yang terjadi dari tindakannya itu. Mereka pikir menutup disekitar rumah mereka sah-sah saja karena berangkat dari asumsi jalan tersebut adalah milik warga sekitar saja.

Jalan raya adalah tempat umum yang penggunaannya ditujukan untuk kepentingan publik. Keberadaan jalan raya disuatu daerah tidak mesti menjadikan jalan tersebut milik sekelompom orang saja. Banyak orang dengan beragam kepentingan menggunakan jalan tersebut. Jika tiba-tiba saja jalan ditutup untuk acara warga, dapat dipastikan akan ada banyak kepentingan orang lain yang disingkirkan.

Tidak jarang saya menemui supir lyn yang misuh-misuh karena memutar trayek padahal penumpang berkepentingan turun di trayek tersebut, tetapi karena jalan ditutup maka terpaksa jalan kaki memutar. Juga penjual nasi kaki lima yang muring-muring karena dagangan tidak laku akibat penutupan jalan untuk acara. Saya sendiri sering dongkol karena terjebak kemacetan akibat penutupan jalan.

Seperti Minggu pagi ini (24/8), ada acara warga pekelingan sehingga jalan KH. Kholil ditutup penuh, sehingga jika ingin ke arah pasar harus melawan arus jalan satu arah di Jl. Samanhudi. Pas mau belok di kalitutup, eh ditutup juga. Kondisi jalan di depan pasar Gresik yang separuh bahu jalan digunakan untuk parkir pengguna pasar memperburuk kemacetan.

Mestinya pemerintah daerah tidak gampangan dalam memberikan izin penutupan jalan karena berakibat dirugikannya kepentingan banyak orang. Pengguna jalan mesti berputar-putar. Iya kalau dia sudah hafal jalan, kalau tidak (misalnya orang dari luar kota) bisa dipastikan dia akan kesulitan. Belum lagi sebagian besar pengguna jalan tergesa-gesa karena keterbatasan waktu, dia harus semakin sabar karena jalan ditutup yang berimbas pada keterlambatannya sampai ke tempat tujuan.

Mungkin yang enak naik pesawat saja, jadi meski jalan ditutup ndak pake’ bingung muter-muter.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on August 24, 2008 by in Humanis.

Kategori Artikel

Archives

MY BLOG’S AWARD

My Book: Siapapun Bisa Menerbitkan Buku!

My Book: Think Different

buku think different

My Book: Politik Kiai Dahlan

Pemikiran dan perilaku politik kiai haji ahmad dahlan

My Book: Kurban; Kekerasan Berbingkai Agama?

buku kurban

The Inspiring Nature

Pengunjung

  • 46,642 pembaca
%d bloggers like this: